Dinamika Remaja Saat Ini
Masa
remaja saat ini memang masa-masa yang sangat menyenangkan, tetapi terkadang
kalau sudah ada masalah biasanya emosi tidak terkendali. Ya harap maklum lah,
karena masa transisi dari anak-anak menuju dewasa dan biasanya sedang mencari
jati dirinya sendiri yang pas untuknya. Kalau dibilang masa-masa yang
menyenangkan karena bisa mencari hal-hal yang baru seperti yang ada sekitar
kita saja
seperti salah satu contohnya saja lah, yaitu Pacaran.
Pacaran
sih boleh-boleh saja tetapi jangan sampai keblabasan atau kelewat batas. Kalau
kepingin pacaran sebaiknya cari hal positifnya sajalah yaitu sebagai teman
belajar. Itu malah bermanfaat sekali karena ada penyemangatnya dalam belajar,
jadi malah bisa saling mengisi kekurangan dalam pelajaran di sekolah, dan kalau
minta putus kan enak gak ada beban sama sekali. Kalau pacaran seperti hanya kayak SMS’an, dekat-dekatan,
ketemuan, ngajak jalan-jalan dan makan bareng lalu pegangan tangan, habis itu
nanti sampai ciuman, wah bakalan bisa gawat nantinya. Kalau sudah minta putus
pasti bebannya banyak banget, sampai-sampai bisa jadi ngGALAU, apabila ngGALAU
nya berlebihan bisa-bisa sampai mau minum racun serangga terus mati deh...
Jangan sampai kayak gitu lah, kan bisa cari yang lain lagi, stock masih banyak
kok di luar sana yang lebih baik lagi. Mending pacaran anggap lah sebagai motivator dan penyemangat hidup mu, supaya bisa memaknai kehidupan mu. Lebih
enaknya sih menurutku
mending gak usah pacaran dulu saja, mending mikirin belajar untuk menata hidupmu
supaya masa depanmu bisa lebih baik lagi dan nantinya bisa sukses nantinya, Amin. Kalau kepingin ngapa-ngapain kan bebas gak ada
gangguan.
Di
kalangan remaja di lingkungan
sekolah
paling sering yang namanya perang gengsi. Sebetulya sih gengsi boleh saja, tetapi ada batasnya lah.
Yang paling harus dihindari adalah perang gengsi dalam hal materi atau
kekayaanmu. Kalau itu sampai ada perang gengsi seperti itu berarti kamu
termasuk yang selalu meremehkan orang lain, tinggi hati, dan sombong. Kalau sudah begitu nanti
pastinya lama-kelamaan ditinggalkan sama temanmu sendiri sekolah dan malahan kamu bisa dikucilkan, bagaimana
perasaanmu nanti kalau sudah begitu? Pasti merasa menyesal dan bersalah. Tetapi
tenang ajah, itu hanya berlaku untuk lingkungan sekolah yang rata-rata antara
siswa yang mampu dan tidak seimbang. Kalau memang lingkungan sekolah tersebut rata-rata
siswa yang benar-benar mampu, ya itu memang lingkungannya seperti itu, mau
diapain lagi, "I Don't Care". Kalau mau gengsi, gengsi lah secara sehat
seperti gengsi dalam hal prestasi,
kreativitas, dan kemampuan. Tetapi yang terpenting jangan kelewatan batas,
takutnya ada perpecahan dalam pertemanan. Karena menurutku semua hal yang kita
lakukan pasti ada batasannya.
Kenakalan remaja, menurutku itu hal yang wajar.
Kenakalan remaja biasanya merupakan suatu pengalaman yang tak pernah dilupakan
dan merupakan suatu pembelajaran yang bermakna, tetapi itu masih dalam batasan
yang wajar dan logis. Biasanya kenakalan remaja disebabkan karena faktor
lingkungan keluarga, lingkungan tempat tinggal, dan lingkungan sekolah.
Kenakalan di sekolah sih ada
banyak contohnya, salau satunya membolos pada jam pelajaran tersebut habis itu
pergi ke Kantin untuk makan, pasti dirumah gak sarapan? Akhirnya laper kan?
Terus kalau nggak cari ruangan tersembunyi supaya guru yang lain gak tahu kalau
sedang bolos jam pelajaran karena alasannya sendiri yang bermacam-macam. Kalau
sudah begitu terus mau bagaimana lagi? Macam-macam, biasanya sih cuma karena
guru yang ngajar gak enak, galak, nyebelin, dan masih banyak lagi alasanya.
Kebiasaan kayak begitu harus dihilangkan karena menjadi agak gak baik, tetapi
kalau benar-benar kepingin ke Kantin pas jam pelajaran berlangsung atau
pergantian jam pelajaran itu masih boleh-boleh ajah, yang penting alasannya
harus benar-benar jelas dan agak logis kalau pas ketahuan sama guru lain di
kantin, biasanya diizinkan kok kalau berhasil, Coba saja.
Yah, itulah dari beberapa Dinamika seorang Remaja setiap hari kita lihat. Kalau ingin merubahnya
itu tergantung pada diri kita sendiri ajah, yang penting dari niat kita saja
untuk merubahnya.